Sabtu, 01 September 2012
Bunga Nisan #by : Yuki-chan
Langit terliat mendung . Seakan ikut sedih bersamaku . Aku membawa seikat bunga mawar di mulutku . Kemudian bunga-bunga itu kuletakkan diatas tanah . Tepat didepan nisan yang bertuliskan Bunga Sinta Rahayu . Aku mengelus-eluskan pipiku di batu nisan itu .
Aku menatap langit . Mencoba mengingat kembali kenangan-kenangan indah . Ya , kenangan indah yang pernah kualami bersama majikanku .
* * *
“Mochi ! Mochi...! Kamu dimana ?”
Majikanku memanggilku . Uh ! Aku harus cepat-cepat datang menemuinya . Aku menyudahi obrolanku dengan Mey . Kucing betina punya tetangga sebelah . Dia...Ehem ! Pacarku .
“Meong...(Iya )”Kataku .
“Oh , kamu disini rupanya .Mochi , kamu mau ikut aku kerja ?”Tanya
majikanku .
“Meong-meong (Mau-mau ) “Kataku .
Majikanku mengambil tongkat dan tasnya . Kemudian dia berjalan meraba-raba dengan tongkatnya . Dia berusaha mencari pintu rumah . Setelah berhasil menemukannya dia langsung membuka pintunya . Aku keluar duluan . sementara majikanku menyusul dari belakang . Tak lupa dia mengunci pintu rumahnya .
Majikanku itu bernama Bunga . Dia adalah seorang tuna netra . Tapi meskipun begitu , dia tidak mau merepotkan orang lain . Dia berusaha bekerja semampunya . Bunga , majikanku itu bekerja disebuah home industri . Setiap kali bekerja , aku selalu diajak . Aku senang memiliki majikan seperti dia . Dia sangat perhatian padaku . Terkadang ketika dia bekerja , aku pun ikut membantunya .
* * *
“Bunga , akhirnya kamu datang juga . ibu sudah tunggu dari tadi .
Seperti biasa , ya . Tolong bungkus makroni goreng ini .”
“Iya , bu .”Kata Bunga .
Ibu pemilik home industri tempat majikanku bekerja , menuntun majikanku . Dia menuntun majikanku ke tempat pembungkusan . Setelah itu , bunga duduk . Dan mulai bekerja . Meskipun tuna netra , majikanku tetap bisa bekerja layaknya orang normal . Dengan cekatan , dia mulai memasukkan makroni gorengnya kedalam plastik .
“Siti , ini .”Kata Majikanku sambil menyerahkan makroni goreng yang
sudah dibungkusi .
“Oh ya .”Kata orang yang dipanggil Siti .
Oh ya . Majikanku bekerja disini hanya sebatas membungkus makroni goreng saja . Sedangkan bagian yang lainnya , dilakukan oleh teman-teman majikanku yang normal .
* * *
Majikanku dan aku pulang dari tempat kerjanya . Kami pulang dengan menaiki becak .
“Berapa pak ?” Tanya Majikanku .
“ 7000 , mbak .”Jawab Tukang becak .
“Kok sekarang mahal pak .”Kata Majikanku .
“Ya , maklumlah , mbak . Sekarang apa-apa juga naik .”Kata Tukang
becak itu .
Bunga kemudian membayarnya . Setelah itu , aku dan Bunga masuk ke dalam rumah . Didalam tampak gelap . Bunga kemudian menyalakan lampunya . Nah , sekarang sudah terang . Tak lupa majikanku menyalakan TV-nya .
“Nah , Mochi . Kamu disini dulu ya . Lihat TV dulu . Aku mau
mandi .”Kata Majikanku .
“Meong...(Iya...)”Kataku .
“Blam !” Terdengar suara pintu kamar mandi yang ditutup .
Aku menungu majikanku yang sedang mandi . Aku duduk dengan santai sambil menonton TV . Ah...Acaranya membosankan . Aku meraih remote TV-nya . Kemudian kupencet dengan asal tombol-tombol angka yang ada disitu . Dan akhirnya aku menemukan acara yang pas . Hmm....Manusia itu pandai membuat hiburan ya .
Setelah mandi , majikanku kemudian makan malam . Tak lupa dia menyiapkan makan malam untukku . Yah , apalagi kalau bukan makanan favoritku , ikan gereh . Dan minuman favoritku , susu hangat . Hmm...Enak ....
* * *
“Mochi , ayo berangkat .”Ajak Bunga .
“Meong....!(Ayo...!) .”Kataku dengan semangat .
Majikanku berjalan denganku ke tempat pangkalan becak . Kemudian dia memanggil salah satu tukang becak . Dan menyuruhnya untuk mengantar ke tempat kerja majikanku .
“Mas-mas , stop .”Kata Majikanku . “Ini ya ,mas .”Kata majikanku
sambil menyerahkan uangnya .
“Oh ya . Makasih ya , mbak .”Kata tukang becak itu .
Aku dan majikanku kemudian berjalan ke tempat kerja . Tapi tiba-tiba aku merasa ada seuatu yang aneh . Sepertinya ada seseorang yang membuntuti kami . Aku mulai waspada .Karena aku merasakan orang itu semakin dekat , dekat , dan...Dia mengambil tas majikanku !
“Meong!Meong!(Copet!Copet!)”Teriakku .
“Copet...!Tolong....!”Teriak Majikanku .
Copet itu terus berlari .Aku pun berusaha mengejarnya . Dibelakangku ada beberapa orang yang ikut mengejarnya .
Aku berlari lebih cepat lagi . Mungkin mereka tahu majikanku berteriak , sehingga mereka ikut mengejar copet itu. Dan sekarang aku berada didekatnya . Aku melompat ke pantatnya , kemudian menggigitnya .
“Aw ! Apa ini ?! Huh ! Dasar kucing sialan !”Bentak si pencopet .
“Buk ! “ Pencopet itu memukulku .
“Grr...Meong!(Sialan ! Rasakan cakaranku ini !)”
Pencopet itu berhenti berlari , dia merasa kesakitan . Karena mukanya habis aku cakar . Dan itu menjadi kesempatan orang-orang yang ada di belakangku untuk memukulnya . Kemudian salah seorang dari mereka menyerahkan tasnya pada majikanku . Majikanku terlihat senang . Dan aku pun lega melihatnya .
* * *
Hari Minggu ini , majikanku mengajakku pergi ke pasar . Seperti biasa , dia mau belanja untuk kebutuhan minggu ini . Karena jaraknya dekat dengan rumah ,maka majikanku lebih memilih jalan daripada naik becak .
Sesampainya di pinggir jalan raya aku dan majikanku mulai menyebrang . Karena pasarnya terletak di seberang jalan . Ketika kami menyebrang , tiba-tiba ada mobil yang melaju ke arah kami . Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi . spontan aku langsung berlari ke seberang . Fuh , selamat . Tapi...Dimana majikanku?
Rupanya mobil tadi menabrak majikanku . Majikanku pingsan . Orang-orang yang melihat kejadian itu langsung menolong majikanku . Sementara itu , mobil yang menabrak majikanku tadi langsung lari begitu saja .
Setelah kejadian itu , majikanku dirawat di rumah sakit . Dia dirawat selama seminggu . Dan dalam keadaan koma .
* * *
Sekarang , dia sudah pergi untuk selama-lamanya . Yang ada disini hanyalah nisan yang bertuliskan Bunga Sinta Rahayu . Dan kenangan-kenangan indah yang pernah kualami bersama majikanku . Tiba-tiba air mataku menetes .
“Meow , meow meow ( sudahlah , jangan terus ditangisi . Kasihan nanti
dia disana .).”
Sepertinya aku kenal dengan suara ini . Aku menoleh ke belakang . Dan ternyata yang berbicara tadi adalah Mey , istriku .
“Meong , meong meong meong ( Tapi , aku sekarang jadi sebatang
kara ).”Kataku .
“Meow meow meow . Meow meow ( Kau tidak sebatang kara . Kan ada
aku dan anak-anak ).”Kata Mey .
Tiba-tiba muncul lima anak kucing dari belakang Mey . mereka berlari mendekatiku . Kelima anak kucing itu mengelus-eluskan pipnya ke kakiku .
“Meong , meong meong meong ( ayah , jangan pergi lagi ya ).”
“Meong . Meong meong (Iya , yah . Kita kan kangen sama ayah ).”
Aku tersenyum pada anak-anakku . kemudian aku melihat Mey . Dia juga tersenyum lembut padaku . Aku pun membalas senyumannya . Kemudian kucium , Mey . Mey terlihat kaget ketika kucium .
“Meong...Meong-meong (Ayo kita pulang ).”Kataku .
Aku menatap langit . Mencoba mengingat kembali kenangan-kenangan indah . Ya , kenangan indah yang pernah kualami bersama majikanku .
* * *
“Mochi ! Mochi...! Kamu dimana ?”
Majikanku memanggilku . Uh ! Aku harus cepat-cepat datang menemuinya . Aku menyudahi obrolanku dengan Mey . Kucing betina punya tetangga sebelah . Dia...Ehem ! Pacarku .
“Meong...(Iya )”Kataku .
“Oh , kamu disini rupanya .Mochi , kamu mau ikut aku kerja ?”Tanya
majikanku .
“Meong-meong (Mau-mau ) “Kataku .
Majikanku mengambil tongkat dan tasnya . Kemudian dia berjalan meraba-raba dengan tongkatnya . Dia berusaha mencari pintu rumah . Setelah berhasil menemukannya dia langsung membuka pintunya . Aku keluar duluan . sementara majikanku menyusul dari belakang . Tak lupa dia mengunci pintu rumahnya .
Majikanku itu bernama Bunga . Dia adalah seorang tuna netra . Tapi meskipun begitu , dia tidak mau merepotkan orang lain . Dia berusaha bekerja semampunya . Bunga , majikanku itu bekerja disebuah home industri . Setiap kali bekerja , aku selalu diajak . Aku senang memiliki majikan seperti dia . Dia sangat perhatian padaku . Terkadang ketika dia bekerja , aku pun ikut membantunya .
* * *
“Bunga , akhirnya kamu datang juga . ibu sudah tunggu dari tadi .
Seperti biasa , ya . Tolong bungkus makroni goreng ini .”
“Iya , bu .”Kata Bunga .
Ibu pemilik home industri tempat majikanku bekerja , menuntun majikanku . Dia menuntun majikanku ke tempat pembungkusan . Setelah itu , bunga duduk . Dan mulai bekerja . Meskipun tuna netra , majikanku tetap bisa bekerja layaknya orang normal . Dengan cekatan , dia mulai memasukkan makroni gorengnya kedalam plastik .
“Siti , ini .”Kata Majikanku sambil menyerahkan makroni goreng yang
sudah dibungkusi .
“Oh ya .”Kata orang yang dipanggil Siti .
Oh ya . Majikanku bekerja disini hanya sebatas membungkus makroni goreng saja . Sedangkan bagian yang lainnya , dilakukan oleh teman-teman majikanku yang normal .
* * *
Majikanku dan aku pulang dari tempat kerjanya . Kami pulang dengan menaiki becak .
“Berapa pak ?” Tanya Majikanku .
“ 7000 , mbak .”Jawab Tukang becak .
“Kok sekarang mahal pak .”Kata Majikanku .
“Ya , maklumlah , mbak . Sekarang apa-apa juga naik .”Kata Tukang
becak itu .
Bunga kemudian membayarnya . Setelah itu , aku dan Bunga masuk ke dalam rumah . Didalam tampak gelap . Bunga kemudian menyalakan lampunya . Nah , sekarang sudah terang . Tak lupa majikanku menyalakan TV-nya .
“Nah , Mochi . Kamu disini dulu ya . Lihat TV dulu . Aku mau
mandi .”Kata Majikanku .
“Meong...(Iya...)”Kataku .
“Blam !” Terdengar suara pintu kamar mandi yang ditutup .
Aku menungu majikanku yang sedang mandi . Aku duduk dengan santai sambil menonton TV . Ah...Acaranya membosankan . Aku meraih remote TV-nya . Kemudian kupencet dengan asal tombol-tombol angka yang ada disitu . Dan akhirnya aku menemukan acara yang pas . Hmm....Manusia itu pandai membuat hiburan ya .
Setelah mandi , majikanku kemudian makan malam . Tak lupa dia menyiapkan makan malam untukku . Yah , apalagi kalau bukan makanan favoritku , ikan gereh . Dan minuman favoritku , susu hangat . Hmm...Enak ....
* * *
“Mochi , ayo berangkat .”Ajak Bunga .
“Meong....!(Ayo...!) .”Kataku dengan semangat .
Majikanku berjalan denganku ke tempat pangkalan becak . Kemudian dia memanggil salah satu tukang becak . Dan menyuruhnya untuk mengantar ke tempat kerja majikanku .
“Mas-mas , stop .”Kata Majikanku . “Ini ya ,mas .”Kata majikanku
sambil menyerahkan uangnya .
“Oh ya . Makasih ya , mbak .”Kata tukang becak itu .
Aku dan majikanku kemudian berjalan ke tempat kerja . Tapi tiba-tiba aku merasa ada seuatu yang aneh . Sepertinya ada seseorang yang membuntuti kami . Aku mulai waspada .Karena aku merasakan orang itu semakin dekat , dekat , dan...Dia mengambil tas majikanku !
“Meong!Meong!(Copet!Copet!)”Teriakku .
“Copet...!Tolong....!”Teriak Majikanku .
Copet itu terus berlari .Aku pun berusaha mengejarnya . Dibelakangku ada beberapa orang yang ikut mengejarnya .
Aku berlari lebih cepat lagi . Mungkin mereka tahu majikanku berteriak , sehingga mereka ikut mengejar copet itu. Dan sekarang aku berada didekatnya . Aku melompat ke pantatnya , kemudian menggigitnya .
“Aw ! Apa ini ?! Huh ! Dasar kucing sialan !”Bentak si pencopet .
“Buk ! “ Pencopet itu memukulku .
“Grr...Meong!(Sialan ! Rasakan cakaranku ini !)”
Pencopet itu berhenti berlari , dia merasa kesakitan . Karena mukanya habis aku cakar . Dan itu menjadi kesempatan orang-orang yang ada di belakangku untuk memukulnya . Kemudian salah seorang dari mereka menyerahkan tasnya pada majikanku . Majikanku terlihat senang . Dan aku pun lega melihatnya .
* * *
Hari Minggu ini , majikanku mengajakku pergi ke pasar . Seperti biasa , dia mau belanja untuk kebutuhan minggu ini . Karena jaraknya dekat dengan rumah ,maka majikanku lebih memilih jalan daripada naik becak .
Sesampainya di pinggir jalan raya aku dan majikanku mulai menyebrang . Karena pasarnya terletak di seberang jalan . Ketika kami menyebrang , tiba-tiba ada mobil yang melaju ke arah kami . Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi . spontan aku langsung berlari ke seberang . Fuh , selamat . Tapi...Dimana majikanku?
Rupanya mobil tadi menabrak majikanku . Majikanku pingsan . Orang-orang yang melihat kejadian itu langsung menolong majikanku . Sementara itu , mobil yang menabrak majikanku tadi langsung lari begitu saja .
Setelah kejadian itu , majikanku dirawat di rumah sakit . Dia dirawat selama seminggu . Dan dalam keadaan koma .
* * *
Sekarang , dia sudah pergi untuk selama-lamanya . Yang ada disini hanyalah nisan yang bertuliskan Bunga Sinta Rahayu . Dan kenangan-kenangan indah yang pernah kualami bersama majikanku . Tiba-tiba air mataku menetes .
“Meow , meow meow ( sudahlah , jangan terus ditangisi . Kasihan nanti
dia disana .).”
Sepertinya aku kenal dengan suara ini . Aku menoleh ke belakang . Dan ternyata yang berbicara tadi adalah Mey , istriku .
“Meong , meong meong meong ( Tapi , aku sekarang jadi sebatang
kara ).”Kataku .
“Meow meow meow . Meow meow ( Kau tidak sebatang kara . Kan ada
aku dan anak-anak ).”Kata Mey .
Tiba-tiba muncul lima anak kucing dari belakang Mey . mereka berlari mendekatiku . Kelima anak kucing itu mengelus-eluskan pipnya ke kakiku .
“Meong , meong meong meong ( ayah , jangan pergi lagi ya ).”
“Meong . Meong meong (Iya , yah . Kita kan kangen sama ayah ).”
Aku tersenyum pada anak-anakku . kemudian aku melihat Mey . Dia juga tersenyum lembut padaku . Aku pun membalas senyumannya . Kemudian kucium , Mey . Mey terlihat kaget ketika kucium .
“Meong...Meong-meong (Ayo kita pulang ).”Kataku .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar